Pertemuan Wakil Bupati Kukar bersama SKK Migas Kal-Sul

Nov 11, 16 Pertemuan Wakil Bupati Kukar bersama SKK Migas Kal-Sul

Balikpapan, 1/11/2016. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Kalimantn menggelar pertemuan dengan Pemkab Kutai Kartanegara bertempat di Aula Pertemuan PT. Total E&P Indonesie (TEPI) Balikpapan, dengan agenda membahas “Sinergi Program TJSP/CSR dengan Program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara”. Pertemuan tersebut, dipimpin oleh Kepala Urusan Humas dan Kelembagaan SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kal-Sul), Bambang Arionto K., dihadiri perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) di antaranya dari perusahaan Vico Indonesia, Total E&P Indonesie, Chevron, Pertamina dan Eni serta sejumlah perusahaan K3S lainnya. Sementara, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, dan didampingi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja serta Bappeda Kutai Kartanegara. Wakil Bupati Edi Damansyah dalam pertemuan tersebut menyampaikan, ketika Sumberdaya Alam (SDA) Kutai Kartanegara seperti minyak, gas dan batu bara terus di ekspoliotasi, sepatutnya perusahaan-perusahaan di Kutai Kartanegara turut andil dalam Tanggung Jawab Sosial Perusahaan/Corporate Social Responsibility (TJPS/CSR), bukan hanya memikirkan produksi dan operasi. Disitulah peran Perusahaan untuk melakukan TJSP/CSR. Jadi, ketika nanti tidak beroperasi lagi ada peninggalan perusahaan bisa dimanfaatkan masyarakat, buka meninggalkan masalah. Intinya, bagaimana pihak perusahaan dalam bersinergi dengan pemerintah untuk ikut berperan dalam program pembangunan daerah dan menjaga kelestarian lingkungan. Dalam pertemuan itu juga Wabup memaparkan “Konsep Dasar Sinergitas TJSP/CSR dalam membangun Kutai Kartanegara”. Pelaksanaan pembangunan daerah memerlukan keterlibatan dari semua pihak mulai dari pemerintah, pihak swasta (SKK Migas), dan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, sudah barang tentu dituntut adanya sinergitas dan sinkronisasi yang dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi. Program TJSP/CSR dari sejumlah perusahaan K3S yang beroperasi di Kutai Kartanegara, belum seluruhnya sinergi dengan rencana program pembangunan Pemkab Kutai Kartanegara. Menyikapi hal ini, lanjut Wabup kedepan perlu didorong adanya sinkronisasi dan sinergi program antara agenda prioritas pembangunan Kutai Kartanegara 2016 – 2021 dengan program TJSP/CSR perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S). Lanjut, Wabup Edi Damansayah memaparkan program-program strategis Pemkab Kutai Kartabegara, antara lain; Bedah Rumah, Jamban Hijau, Revolusi Jaggung, Penyediaan Air Minum Inisiasi Masyarakat (PAM-SiMAS) Gerakan Etam Mengaji (GEMA), Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (Klik-WPM), Bank Sampah, Sistem Siklikal Pengolahan Limbah, Satu Desa Satu Produk, Energi Terbarukan, Puskesmas Modern, dan Jalan Desa. Adapun, upaya yang dilakukan oleh Pemkab Kutai Kartanegara; melakukan komunikasi secara intens dengan perusahaan wajib TJSP/CSR; menyediakan informasi program/kegiatan TJSP/CSR yang dilakukan oleh perusahaan terhadap prioritas pembangunan di Kutai Kartanegara. Diakhir sambutan, Wabup Edi Damansyah mengharapkan kedepan SKK Migas semakin terbuka begitu juga dengan perusahaan K3S, dengan komunikasi dan koordinasi perlu terus dilakukan untuk menjalin kebersamaan, sehingga pada saat terjadi masalah di lapangan bisa dikomunikasikan dan diatasi bersama. Kemudian, Wabup meminta untuk dibentuk Tim Kecil antara Pemkab Kukar dan SKK Migas, harapanya dengan adanya Tim Kecil ini dapat tercipta komunikasi, koordinasi yang baik dan sinergis dalam menyusun perencanaan program dan kegiatan yang akan dilakukan pada saat ini dan terus berlanjut dimasa yang akan datang, “ungkapnya. Sementara itu, Bambang Arionto K, menyampaikan saat ini SKK Migas dan K3S, seperti perusahaan Vico Indonesia, Total E&P Indonesie, Chevron, Pertamina dan Eni serta sejumlah perusahaan K3S lainnya telah menjalankan program-program TJS/CSR melalui berbagai bentuk kegiatan, antara lain; bidang pendidikan diarahkan pada pembangunan dan renovasi gedung sekolah, pengadaan meubleair, kesehatan diarahkan kegiatan peningkatan sarana dan prasaran puskesmas pembantu/polindes/posyandu, dukungan program KIA; bina lingkungan seperti kegiatan penanaman pohon mangrove, Gerakan Muara Jawa Bersih (GMJB); pemberdayaan ekonomi melalui kegiatan pengembangan UMKM, serta infrastruktur perdesaan seperti pembangunan jalan dan jembatan. Program tersebut telah berjalan efektif, namun kami mengakui bahwa program tersebut belum bersinergi dengan program Pemkab Kutai Kartanegara. Kami, menyadari bahwa sebagai pelaksana SKK Migas dan terutama K3S yang beroperasi di Wilayah Kutai Kartanegara masih kurang melakukan komunikasi dan koordinasi dengan jajaran Pemkab Kukar. Tapi, kami ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Wakil Bupati Edi Damansyah yang telah menyampaikan masukan pada pertemuan ini. Kami juga berharap, kedepan komunikasi dan koordinasi ini akan terus berjalan baik, serta kami sepakat untuk dibentuknya Tim kecil, ” katanya. (ashi, P3D).-